Satreskrim Polretabes Medan Tangkap Komplotan Pencuri ‘Becak Hantu’, Dua Pelaku Ditembak

MEDAN | Petugas Unit Pidana Umum Satreskrim Polrestabes Medan menangkap tiga komplotan pencuri ‘Becak Hantu’ yang kerap meresahkan masyarkat Medan. Dua dari tiga pelaku yang ditangkap ditembak karena melakukan perlawanan.

Pelaku adalah Natal Perangin-angin alias Natal (22), AS Parasibu alias Toni (17) dan Parasian Sitomorang alias Gondit (22) yang merupakan warga Perumnas Mandala, Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, penangkapan pertama dilakukan pada Selasa 16 Juli 2019 sekitar pkl. 20.00 wib.

Petugas mendapat informasi bahwa komplotan pelaku ‘Becak Hantu’ berada di seputaran Jalan Garuda IV, Perumnas Mandala, Medan. Petugas bergerak cepat dan menangkap pelaku Natal.

“Petugas juga menangkap Gondit di Jalan Panglima Denai pada pukul 23.00 WIB,” katanya didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira, Kamis (18/7/2019).

Petugas melakukan pengembangan menangkap Toni saat mengendarai sepeda motor Honda Vario Merah BK 2805 AIE di Jalan Merauke Medan pada pukul 00.00 WIB.

“Saat dilakukan pengembangan dimana saja mereka melakukan pencurian, pelaku Gondit dan Natal berusaha melakukan perlawanan. Petugas pun memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki kedua pelaku,” ujarnya.

Petugas menyita barang bukti berupa 2 unit sepeda motor, 4 unit becak bermotor (betor), 2 buah gunting pemotong hidrolik, 1 Linggis, 1 martil, 2 kunci leter T, 2 anak kunci T, uang Rp 25 ribu dan rekaman CCTV.

“Pelaku ini telah 9 kali melakukan aksi pencurian dengan sasaran sepeda motor di Kota Medan bersama rekannya yang masih DPO. Semua hasil curian dijual kepada seseorang berinisial A (DPO),” jelasnya.

Baca Juga :   Tim Pegasus Polrestabes Medan Tangkap Pelaku Penganiayaan Kapolsek Patumbak

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman sembilan tahun penjara. “Saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya,” pungkasnya.

Rekan Komplotan Diburu 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, petugas masih memburu 14 rekan komplotan pencuri “Becak hantu” yang kerap meresahkan masyarakat Kota Medan.

“Ada tiga pelaku yang telah ditangkap, dan 14 lainnya termasuk satu wanita masih kita buru,” cetusnya.

Putu mengatakan, dalam menjalankan aksinya para pelaku yang berjumlah 17 orang dibagi dalam tiga kelompok. Mereka berpura-pura mencari makanan ternak. Saat situasi sepi para pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan cara merusak gembok, dan mengambil harta benda milik korbannya.

“Kenapa kita menyebut komplotan “Becak Hantu”? Karena para pelaku ini beraksi pada malam hari (seperti hantu-red) berpura-pura mencari makanan ternak di tempat sampah, sambil memantau situasi rumah mana yang akan menjadi sasarannya,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan diketahui komplotan ini telah beraksi di Jalan Pancing, Tembung, Jalan Denai, Jalan Mandala, Jalan Wahidin, Jalan Jamin Ginting, Medan Area dan lainnya. “Para pelaku mencuri sepeda motor. Untuk penadahnya juga masih dilakukan pengejaran,” pungkasnya. [Humas]

Loading Facebook Comments ...