Polrestabes Medan Paparkan Kasus Rabualam dan Pelaku Pelemparan Botol

MEDAN, Satreskrimpolrestabesmedan | Polrestabes Medan memaparkan kasus penyiaran berita bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat dan makar yang menyeret pentolan aktivis Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR), Rabualam Syahputra.

Rabualam ditetapkan sebagai tersangka setelah menyampaikan orasi dihadapan massa aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan pada Jumat (24/5/2019) lalu.

Dalam paparannya, Kanit Ekonomi Sat Reskrim Polrestabes Medan AKP Rafles Marpaung didampingi Kanit Pidum Iptu M.Said Husein, menjelaskan orasi yang dilakukan Rabu Alam memicu kericuhan berupa perusakan kawat duri dan pelemparan ke arah petugas.

“Tersangka juga mengatakan polisi PKI, polisi laknatullah dan polisi masuk dengan cara menyogok,” jelas AKP Rafles Marpaung saat menggelar konferensi pers di Lantai II Gedung Sat Reskrim Polrestabes Medan, Jumat (31/5).

Selain itu, ucapan Rabualam saat menggelar aksi juga berbuntut panjang, dimana salah seorang masyarakat yang tidak terima melaporkannya ke Polrestabes Medan.

Petugas yang menerima laporan masyarakat langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti serta menghadiri saksi ahli dalam kasus tersebut.

“Setelah Unit Reskrim melengkapi alat bukti, saksi-saksi dan sebagainya, Polrestabes Medan kemudian mengeluarkan surat penangkapan (SPKAP) terhadap Rabu Alam dan pada Rabu (29/5/2019) malam ia diamankan petugas Satreskrim di salah satu rumah makan Jalan Gagak Hitam/Ring Road atau Simpang Asoka Medan,” katanya.

“Berdasarkan hp yang kami amankan memang ada bahasa yang sudah direncanakan. Yang dimulai dari Rabu Alam dengan kata-kata provokasi.
Kemudian dilakukan aksi-aksi lain dengan bahasa memancing emosi masyarakat,” katanya kembali.

Atas perbuatannya, penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan menjerat tersangka dengan pasal berlapis yakni menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran sesuai dengan Pasal 14 UU RI. No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman 10 tahun penjara. “Dan juga pasal makar,” imbuhnya.

Dalam konferensi pers itu, polisi juga menghadirkan tersangka Irham Efendi Lubis (39) warga Jalan Baut Gg Mesjid Lingkungan 9 Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan.

Tersangka diamankan atas kasus penganiayaan terhadap petugas yang mengawal unjuk rasa di kantor DPRD Sumut. [***]

Loading Facebook Comments ...