Pelaku Pembunuhan yang Korbannya Ditemukan di Sungai Denai Ditangkap

MEDAN | Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan mengungkap kasus penemuan mayat di Sungai Denai, Jalan Menteng VII, Gang Simalungun, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai.

Dimana, korban bernama Dorlan Pakpahan (33) warga Desa Pakpahan, Kecamatan Pangaribuan, Taput ini ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan pada Sabtu 28 April 2018.

Dari pengungkapan teraebut, petugas menangkap pelaku S alias Kevin (24) asal Bima, Nusa Tenggara Barat yang menetap di Binjai Utara.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK, MH didampingi Kanit Pidum, AKP Rafles Marpaung mengatakan, kejadian berawal saat pelaku sedang berjalan dan berjualan obat herbal di pinggir Jalan besar SM Raja, Kamis 26 April 2018.

Tiba-tiba pelaku ditahan oleh korban dan bertanya “Mau Kemana”. Pelaku lalu menjawab “Mau Jualan Dipinggir Sungai”. Korban menjawab lagi “Jangan Jalan Dulu, Duduk Dulu di Warung Tuak,”. Setelah bertanya jawab, korban yang dalam pengaruh mabuk tuak menghantam kepala pelaku dengan batu hingga berdarah.

“Usai menghantam dengan batu, korban lari dan dikejar pelaku hingga keduanya terguling ke sungai. Pelaku kemudian bangkit lalu menikam punggung korban dengan sangkur,” kata Putu, Senin (30/4/2018).

Usai menikam korban pelaku lalu menghubungi temannya dan menceritakan kejadian tersebut. Pelaku lalu kembali ke sungai dan mencari keberadaan korban, namun tidak ditemukan. Pada Sabtu sekira Pukul 12.00 Wib korban ditemukan dalam keadaan terapung di pinggir Sungai Denai.

Baca Juga :   Tim Gabungan Tangkap Begal Sadis di Medan, Dua Tewas Ditembak

“Petugas kita lalu turun ke lokasi mencari informasi. Dari informasi yang didapat bahwa korban ditikam oleh pelaku,” ujarnya.

Pada pukul 22.00 wib petugas mendapat informasi bahwa ada sekelompok orang yang berasal dari Indonesia Timur,

bekerja sebagai penjual obat obatan herbal yang berdomisili di Binjai. Petugas pun menuju lokasi tempat tinggal mereka dan melakukan penggerebekan.

“Saat dilakukan interogasi kepada seluruh penghuni rumah dan mereka mengakui bahwa salah satu temannya ada yang berkelahi di jembatan Amplas. Namun pelaku telah melarikan diri ke daerah Dolok Masihul,  Kabupaten Serdang Bedagai,” ucapnya.

Petugas pun melakukan pengembangan dan menangkap pelaku pada 29 April 2018 pukul 02.00 WIB.

“Pelaku telah berencana melarikan diti ke NTB dan telah membeli tiket tertanggal 1 Mei 2018,” jelasnya.

Selanjutnya, pelaku dibawa untuk menunjukkan lokasi penikaman. Namun, saat menunjukkan lokasi penikaman pelaku melakukan perlawanan.

“Petugas pun memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kakinya,” tambahnya.

Dari pelaku disita barang bukti 1 celana panjang, 1 kaos, 1  buah sal loreng dan 1 buah pisau sangkur.

“Pelaku dijerat Pasal 338 subs Pasal 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya.  (***)

Loading Facebook Comments ...