Informasi ABG Jadi Korban Begal dan Tewas HOAX

MEDAN | Informasi adanya aksi begal di simpang Sei Sikambing ke arah Jalan Sunggal, Medan beredar di media sosial. Dimana, korbannya adalah ABG berusia 14 tahun.

Dalam informasi yang tersebar menyebutkan, saat itu korban baru saja nonton bola dan beli makanan di simpang Sei Sikambing ke arah Jalan Sunggal.

Tiba-tiba begal beraksi dengan merampas sepeda motor korban. Sementara dari hasil kejadian satu Dibunuh, dan yang satu sekarat. Meskipun menurut penjelasan warga setempat korban sempat kabur, begal tersebut malah meneriaki korban rampok.

Informasi itu juga menyatakan bahwa korban yang meninggal akibat di Balok begal merupakan salah satu anggota remaja mesjid.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK, MH menyatakan, bahwa informasi yang tersebar di media sosial tersebut tidaklah benar (HOAX). “Itu informasi hoax dan tidak ada kejadian seperti itu,” katanya, Senin (16/7/2018).

Putu menjelaskan, bahwa ABG yang diketahui bernama Diva Klaputra (15) warga Dusun XI, Blok M, Desa Kelambir V Kebun, Hamparan Perak adalah korban laka lantas. Pertistiwa itu terjadi di Jalan Sunggal, simpang Sei Sikambing, Medan Sunggal pada Minggu 8 Juli 2018 sekitar pukul 03.30 WIB.

Saat itu korban menaiki sepeda Motor Honda Vario BK 2000 IVA tanpa diketahui dari arah belakang melintas sepeda motor jenis Honda vario dan terjadi benturan pada roda depan. Akibat kejadian itu, kata Putu, korban dan rekannya terjatuh dan mengalami luka di rawat di Rumah Sakit Murni Teguh.

“Setelah tiga hari dirawat di Rumah Sakit korban meninggal dunia. Petugas Polsek Sunggal yang mendapat informasi langsung mendatangi korban di Rumah Sakit dan bertemu dengan ke dua org tua korban. Dimana diperoleh pernyataan bahwa anaknya mengalami kecelakaan di Jalan Sunggal simpang Sei Sikambing. Terhadap teman korban juga telah dimintai keterangan dan membenarkan telah terjadi laka lantas tersebut,” cetusnya.

Putu mengimbau, masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial yang belum tentu kebenarannya. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan informasi yang beredar itu bersifat mengadu domba.

“Jangan cepat percaya dengan informasi yang beredar di media sosial. Baca dulu dengan baik. Jika menerima informasi, teliti dulu berita itu apakah benar atau tidak, dan jangan langsung kita bagikan,” pungkasnya. (RES)

Loading Facebook Comments ...